Cara Mendapatkan 20juta Pertama di Upwork

Setelah kurang lebih 2 tahun vakum dari Upwork, akhirnya saya memberanikan diri untuk kembali terjun ke lapangan dan melakukan beberapa eksperimen sejak awal November kemarin. Saya membuat akun Upwork di tahun 2015 dengan total earning kurang lebih $20. Ya, hanya $20.

Jadi, saya masih tergolong newbie jika dibandingkan dengan para mastah-mastah yang lainnya. Oleh karena itulah, saya harap tips yang akan saya share kali ini akan berfaedah untuk sesama newbie, karena tentu para mastah sudah menghasilkan lebih dari 20juta di Upwork. 😉

How to get started?

Ok, tanpa berpanjang lebar lagi, saya akan langsung share poin-poin penting apa saja yang saya lakukan sejak awal November kemarin. Saya akan coba bagi menjadi dua bagian:

  1. Bagaimana cara mengatur profil yang baik dan benar.
  2. Bagaimana cara membuat cover letter yang aduhai.

Are you ready? 🙂

1. Membuat Profil

Upwork bukanlah media sosial. Kita tidak perlu ber-alay-alay di platform ini. Buatlah profil yang professional, to the point dan elegan. Mari kita bahas satu persatu.

Foto

Gunakanlah foto yang pantas. Sebenarnya, untuk masalah foto ini, sudah ada artikel yang membahasnya di blog resmi Upwork. Check this out!

A How-To Guide for Your Perfect Profile Picture

Silakan dibaca dan dipahami. Jika ada yang ingin ditanyakan, tinggalkan komentar. 🙂

Skillset

Sebaiknya, jangan pasang terlalu banyak skill, sampai seolah-olah kita adalah seorang Rambo yang hebat luar biasa. Fokuslah pada poin-poin terkuat yang benar-benar kita miliki. Saya pribadi, hanya memajang WordPress Developer di profil saya. Simple, jujur, tidak neko-neko, karena menurut saya, sebagai WordPress Developer, secara otomatis kita pasti memiliki skill PHP, HTML, CSS, Javascript, jQuery dan kawan-kawan.

Jadi, WordPress Developer sudah cukup mewakili. Sebagai pelengkap, buktikan skill yang kita punya dengan mengikuti test yang ada di Upwork. Contoh, saat saya ‘mengaku’ sebagai WordPress Developer, maka nilai saya harus tinggi di WordPress Test. Dan Alhamdulillah, saya berhasil mendapat Top 10% dan ini bisa dijadikan modal untuk melamar pekerjaan.

Ingat, klien itu layaknya wanita, mereka butuh bukti, bukan janji. 😉

Upwork Tests Result

Upwork Tests Result

Deskripsi

Di bagian deskripsi ini, kita tidak perlu curhat. Cukup tuliskan poin-poin penting tentang apa yang bisa kita lakukan untuk client. Hal-hal lebay seperti umur, hobi atau zodiak, tidak perlu ditulis karena seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, Upwork bukanlah media sosial. Tulislah sesuatu yang bisa meyakinkan client bahwa kita pantas untuk direkrut.

Sedikit contoh, ini yang saya tuliskan di paragraf pertama profil Upwork saya :
Hello! I am a WordPress developer. I can assist you with theme and plugin selection, installation or even customization. I can customize any aspect of your WordPress site.

Saya berusaha menonjolkan apa yang bisa saya lakukan untuk client. Saya mendapatkan trik ini dari salah satu artikel di internet, and it works. Salah satu client saya mengatakan bahwa beliau merekrut saya karena membaca bagian ini di profil saya : “I can customize any aspect of your WordPress site.” dan kebetulan saat itu beliau perlu sesuatu yang custom.

See? Client tidak peduli berapa umur kita, zodiak kita, hobi kita, tapi mereka peduli tentang apa yang bisa kita berikan untuk mereka.

Sampai di sini, jangan dipikirkan dulu 20juta nya. Fokuslah ke membangun personal brand dulu. Lanjut? 🙂

Hourly Rate

Bagian ini juga tidak kalah penting untuk dicermati. Saya yakin, teman-teman yang newbie di Upwork, pastinya tidak newbie di luar Upwork. Akun kita boleh baru, tapi bukan berarti skill kita newbie.

Karena alasan itulah, jangan sampai kita memasang harga terlalu rendah karena di luar sana, ada istilah :

If you pay peanuts, you get monkeys.

Artinya, jika kita tidak mau dianggap monyet, jangan mau dibayar dengan kacang. 😛

Intinya, jangan meremehkan diri kita sendiri. Akun baru bukan berarti harus memasang harga serendah-rendahnya. Sekedar gambaran, saat pertama kali kembali ke dunia persilatan awal November kemarin, saya mencoba menaikkan rate dari $11.11 ke $15. Alhamdulillah, semua berjalan lancar.

Setiap minggu, saya naikkan rate secara berkala. Rumusnya? Kontrak dengan rate tertinggi + $5. Dan saat ini, setelah kurang lebih 1.5 bulan berjalan, saya berhasil merangkak dari $11.11 ke $30/jam. Not bad, right? 🙂

2. Membuat Cover Letter

Setelah beres membuat profil yang berkelas, saatnya persiapan membuat cover letter yang aduhai.

Aturan pertama, jangan bid pekerjaan di luar skill. Saya perhatikan, akhir-akhir ini banyak yang kena suspend gara-gara melamar job di luar skill. Ini ibarat seseorang yang kuliah tata boga, tapi melamar pekerjaan sebagai dokter bedah.

Jujurlah. Jika kita seorang WordPress Developer, bid lah ke pekerjaan yang ada hubungannya dengan WordPress. Jika kita seorang designer, lamarlah ke pekerjaan yang ada hubungannya dengan design. Saya paham, terkadang ada perasaan putus asa, kecewa dan frustasi karena kita tak kunjung mendapatkan pekerjaan.

Tapi percayalah, fokus dan sabar adalah kuncinya. Fokuslah pada satu titik, sabar. Jangan lari sana sini tanpa tujuan yang jelas. Percayalah, semua akan indah pada waktunya. 🙂

Setelah mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk skill yang kita miliki, saatnya menulis surat cinta (cover letter) untuk si calon client.

Aturan kedua, jangan copas bulat-bulat cover letter. Ini akan membuat client merasa bahwa kita tidak serius. Mengapa? Karena jika menulis cover letter saja malas, bagaimana kalo sudah bekerja nanti? Tulislah sesuatu yang spesifik terkait dengan deskripsi pekerjaan yang sudah ditulis oleh client.

Butuh contoh? Oke, berhubung saya lagi baik, saya akan berikan sedikit contoh seperti apa cover letter yang biasa saya gunakan :

Setelah saya membaca job description secara keseluruhan, saya melihat poin-poin yang bisa saya manfaatkan. Pertama, kebetulan saat itu client menggunakan theme yang sudah beberapa kali saya gunakan untuk project-project saya sebelumnya. Dengan kata lain, saya familiar dengan theme ini. Maka di cover letter saya tulis :

Hello, I feel familiar with your website. Is it using XYZ Theme? I’m very familiar with this theme. I built a big project recently called XYZ Project.
….
dst..dst..

Kemudian saya jelaskan detailnya, termasuk URL project yang saya maksud sehingga si calon client benar-benar percaya bahwa saya familiar dengan theme yang digunakan. Selain itu, saya juga memberi beberapa masukan masukan untuk project tersebut.

See? Di cover letter yang saya tulis, saya bahkan tidak curhat tentang siapa saya, apa zodiak saya, dsb. Saya hanya fokus ke hal-hal yang terkait dengan job description, dan client akan tertarik dengan seseorang yang sudah familiar dengan projectnya.

Dan terbukti, tidak lama kemudian, cinta saya berbalas :

Hi Hendra!
Thank you for your proposal. Yes, it is XYZ Theme! I agree that we will not need point 3 (di sini, client bahkan setuju dengan masukan saya). Below is more information on what we want done. Can you please let us know your price for the project?

Subhanallah! Walhamdulillah! Begitu senang rasanya hati ini ketika saya masuk kandidat freelancer yang akan dihire.
Ini pertanda bagus, maka saya lanjutkan membaca dan menganalisa informasi detail yang beliau berikan. Kemudian, berdasarkan informasi tersebut, saya tulis proposal khusus menggunakan evernote.

Mengapa saya harus repot-repot menggunakan evernote dan tidak langsung di chat saja? Ok, pertama, saya tidak mau dianggap monkey. Kedua, saya ingin menunjukkan bahwa saya serius. Ketiga, proposal akan lebih terlihat rapi di evernote.

Di proposal, saya tuliskan beberapa hal, diantaranya Objective, Approach dan Milestones. Dengan begini, client akan tau bahwa kita paham akan kemana project ini berjalan, bagaimana cara kita melakukannya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Dan dari sini, kita bisa menyimpulkan berapa budget yang dibutuhkan.

Setelah proposal selesai, saya kirimkan ke client dengan dibubuhi kata-kata indah. Perlu contoh? Ok, kebetulan project ini adalah project ecommerce yang menjual semacam boneka barbie dan cukup terkenal di US dan sekitarnya. Berikut kata-kata manis yang saya lampirkan :

Hi John, first and foremost, thank you for contacting me. It’s an honour for me if I can work with you because I know that XYZ (nama perusahaan beliau) is a huge brand. I have 2 daughters, the first one is 3.5 years old now and she likes to play with barbie dolls.

As I mentioned before, I will create a detailed proposal that will include the timeline and estimated budget for this job.

Ok, apa poin penting di sini?
Pertama, saya berterima kasih karena beliau mengontak saya dan menjadikan saya salah satu kandidat di project beliau.

Kedua, saya mengatakan bahwa saya menyampaikan bahwa saya akan merasa sangat terhormat jika saya bisa bergabung di tim beliau, karena saya tau bahwa perusahaan beliau adalah perusahaan besar.

Ketiga, saya melakukan pendekatan dengan bercerita sedikit tentang anak saya yang juga senang bermain boneka. 🙂

Setelah sedikit basa basi, saya tutup dengan melampirkan proposal yang saya janjikan.

Beberapa jam kemudian, saya mendapatkan respon positif :

Tak disangka, beliau menganggap bahwa proposal saya adalah yang terbaik dari sekian banyak kandidat. Dan beliau malah menawarkan pekerjaan tambahan. Setelah semua didiskusikan, akhirnya kontrak pun dimulai. Happy ending. 🙂

Kesimpulan

Bekerja di Upwork sebenarnya tidak terlalu sulit jika kita benar-benar memiliki skill dan kemampuan yang dibutuhkan. Aturan main, tips, trik dan sebagainya, sudah bertebaran di internet. Bahkan di web Upwork sendiri pun sudah lengkap. Pertanyaannya, kitanya mau belajar atau tidak?

Beberapa poin yang harus diperhatikan adalah :

  • Persiapkan profil dengan matang.
  • Jangan meng-apply pekerjaan dengan membabi buta.
  • Lakukan pendekatan yang baik kepada calon client.
  • Ketika sudah dihire, jaga kepercayaan client.

Semoga share kali ini bisa bermanfaat buat teman-teman yang masih berjuang di tahap-tahap awal mencari pekerjaan di Upwork. Di artikel ini, saya tidak menjelaskan detail tentang dimana project 20jt nya. Tapi yang jelas, dengan trik pendekatan yang saya jabarkan di atas, saya akhirnya berhasil menggoalkan project hourly senilai $25/hour dan fixed price senilai $1,500 hanya dalam waktu 1.5 bulan. Not bad for a “newbie”, right?

Jika saya bisa, teman-teman pun pasti bisa jauh lebih baik dari saya. 🙂
Good luck!

Udah join di FP kita belum?

Recent Posts