Cara Mendapatkan Dream Clients

Salah satu tantangan terberat dari para pekerja remote adalah mencari klien. Tidak sedikit para pemula yang mundur teratur setelah merasa putus asa karena tak kunjung mendapatkan klien. Harus saya akui, mencari klien memang tidak mudah. Tapi kita juga harus menyadari bahwa persaingan di dunia freelancing sangat ketat. Tak bisa dipungkiri bahwa kita memang sedang bersaing dengan para pekerja di seluruh dunia. Jadi, kita harus memiliki nilai lebih di mata calon klien agar mereka mau merelakan waktu, tenaga, pikiran dan uangnya untuk bekerja bersama kita.

Beberapa trik dasar sudah pernah saya jelaskan panjang lebar di tulisan saya sebelumnya :

Cara Mendapatkan 20 Juta Pertama di Upwork

Di tulisan kali ini, saya akan berbagi trik yang selama ini saya lakukan untuk mendapatkan dream clients. Tapi sebelumnya, saya akan jelaskan sedikit apa itu dream clients.

Tentang Dream Clients

Di dunia kerja remote, ada dua tipe klien. Yang pertama saya sebut sebagai klien jahat dan yang kedua saya sebut sebagai klien baik.

Klien jahat adalah klien yang memberikan tugas sebanyak-banyaknya, menuntut untuk dikerjakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dan membayar dengan ongkos yang semurah-murahnya. Klien tipe ini akan membawa kita ke dalam kondisi bad mood, stres, frustasi bahkan terkadang membuat kita ingin membanting laptop atau benda-benda yang ada di sekitar kita ; padahal benda-benda ini tidak bersalah. Tapi itulah klien jahat. Siapa yang harus disalahkan? Pada akhirnya, kita harus mengakui bahwa kitalah yang salah. Mengapa? Karena pada dasarnya kitalah yang mau bekerja dengan mereka.

Jika klien jahat kerap membawa kita ke dalam kegelapan, klien baik atau dream clients adalah klien yang loyal, mereka bisa menyesuaikan antara pekerjaan, deadline dan budgetDream clients adalah mereka yang rela membayar mahal selama kita bisa bekerja secara professional.

Trik Mendapatkan Dream Clients

Selanjutnya, mari kita masuk ke inti pembahasan. Saya rasa saya tidak perlu berbagi trik untuk mendapatkan bad clients atau klien jahat karena akan kurang menyenangkan. 😛

Jadi, bagaimana cara saya mendapatkan dream clients?

1. Mendokumentasikan Pekerjaan

Dalam dunia kerja remote, klien bisa datang dari mana saja. Mereka bisa datang dari profil LinkedIn, Facebook, Twitter, Instagram, Dribble, Blog dan sebagainya. Oleh karena itulah, mendokumentasikan pekerjaan kita adalah hal penting.

Tahun 2017 yang lalu, saya menulis artikel tentang WordPress dan AfterShip (sebuah plugin untuk melacak paket dari kurir logistik semacam JNE, UPS, FedEx, dsb). Di situ saya membuat tutorial untuk mengupdate status order di WooCommerce secara otomatis apabila paket sudah terkirim.

Beberapa hari kemudian, ada seseorang dari salah satu perusahaan logistik di Belanda mengirimkan email ke saya dan mengajukan beberapa pertanyaan. Kebetulan mereka juga sedang mengembangkan sistem mereka dengan AfterShip. Singkat cerita, saya berhasil menyumbangkan sedikit kontribusi untuk sistem mereka. Setelah pekerjaan selesai, beliau mengirimkan saya beberapa dollar sebagai ucapan terima kasih.

Beberapa minggu berselang, beliau kembali menghubungi saya untuk meminta bantuan. Kali ini, saya mencoba untuk bernegosiasi untuk menggunakan Upwork agar ke depannya beliau bisa dengan mudah mengontak saya jika ada masalah dan secara otomatis akan saya prioritaskan. Saat itu saya coba tawarkan di rate $30/jam dan alhamdulillah beliau langsung memulai hourly contract tanpa banyak basa basi.

See? Bagi saya, beliau ini adalah dream client. Beliau selalu memberikan penjelasan yang jelas, deadline yang manusiawi dan budget yang bersahabat.

Bagaimana cara saya terhubung dengan beliau pertama kali? Yep! Lewat artikel yang saya tulis di blog pribadi saya. Dengan menuliskan pekerjaan sehari-hari kita, para dream clients bisa melihat dan menilai potensi kita. Jika mereka yakin bahwa kita bisa diandalkan, mereka tidak akan pikir panjang untuk merekrut kita.

Jadi, mulai saat ini, rajin-rajinlah menulis dan mendokumentasikan pekerjaan kita, entah itu di blog, Twitter, Facebook, LinkedIn dan sebagainya. Siapa tau besok, minggu depan atau bulan depan – ada dream clients yang nyantol di kita. Sudahi dulu nyinyir politiknya karena kita memang bukan politikus.

2. Menjaga Hubungan Baik dengan Klien

Setelah pekerjaan selesai, cobalah untuk terus menjaga hubungan baik dengan klien, apalagi jika dirasa si klien ini ada potensi menjadi dream clients. 

Saya pernah deal sebuah project sederhana di Upwork. Waktu itu tugas saya adalah menyederhanakan sistem di WordPress yang sudah dibuat oleh freelancer lain. Menurut si klien, sistem yang dibuat masih terlalu rumit untuk user. Jadi, saya ditugaskan untuk membuatnya lebih sederhana. Waktu itu budgetnya tidak terlalu spesial, hanya $75 (fixed price) dan saya kerjakan dalam waktu kurang lebih 3 jam.

Tapi saya merasa nyaman dengan si klien ini. Komunikasi bagus, sangat responsif ketika saya ada pertanyaan, penjelasan sangat clear, timeline masuk akal dan pembayaran langsung dirilis setelah pekerjaan selesai.

Setelah kontrak selesai, saya sisipkan kata-kata manis : “Please feel free to contact me if you have any other job in the future.”

Pucuk dicinta invitation tiba. Beberapa minggu kemudian, beliau mengirim invitation ke saya dan hubungan baik kami berlanjut sampai ke pelaminan *kidding lol 😂

Setelah beberapa bulan berjalan dengan proyek kecil-kecil, akhirnya beliau mulai menawarkan proyek yang agak besar. Kali ini, beliau ingin saya mengerjakan satu website penuh, sebuah company profile dan saya akan bekerja dengan designer beliau.

See? Sebagai pekerja remote, kita juga harus bisa menjaga hubungan baik dengan klien. Bahkan, saya terkadang suka iseng mengirimkan pesan ke mereka. Hanya pesan singkat seperti menanyakan kabar dan semacamnya.

Jangan pernah memandang klien sebagai mesin uang semata.

Demikian sedikit tips dari saya. Semoga ada manfaatnya. Sebenarnya saya masih punya beberapa pengalaman lain, tapi saya sadar teman-teman cukup sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk membaca artikel panjang. Untuk itu, saya putuskan untuk menulis di artikel-artikel selanjutnya.

Terima kasih sudah meluangkan waktu. Have a great day!

Udah join di FP kita belum?

Recent Posts